Monthly Archives: October 2010
Trip to Penang
Awal bulan Oktober yang lalu saya berkesempatan hadir dalam salah satu konferensi internasional di Penang, Malaysia. Sebuah konferensi yang cukup prestisius menurut saya, karena dihadiri oleh beberapa partisipan dari berbagai negara, seperti UK, Japan, USA, Taiwan, China, dan beberapa negara ASEAN termasuk Indonesia. Saya sendiri merupakan salah satu wakil dari universitas tempat saya menempuh studi PhD saat ini di Malaysia. Kejutan buat saya adalah ketika saya bertemu dengan sensei saya ketika saya menempuh S2 di Jepang beberapa tahun kebelakang. Beliau bukan pembimbing saya langsung, tapi saya saat itu saya sempat mengambil mata kuliah yang beliau berikan. Selain berjumpa dengan sensei, saya pun berkenalan dengan orang2 Indonesia yang berpartisipasi pada konferensi tersebut, baik yang langsung dari Indonesia dan sebagai student atau lecture di Malaysia
Acara konferensi diadakan pada tanggal 3-6 Oktober di hotel Park Royal, Penang. Tidak adanya kawan selama
perjalanan dari tempat domisili saya di kampus, membuat trip ini terasa membosankan. Padahal keindahan alam Penang dengan panorama lautnya yang eksotik mampu membangkitkan suasana romantis bagi siapa saja yang berkesempatan singgah. Tapi saya cukup bersyukur karena beberapa kemudahan yang saya temui selama dalam perjalanan, seperti supervisor saya yang mengantar saya hingga ke terminal bus medan gopeng hingga pencarian tempat menginap selama saya mengikuti acara tersebut. Saya katakan kemudahan karena semuanya tidak terencana dan terjadi secara kebetulan saja. Terima kasih ya robb atas semua kemudahan yang Engkau berikan.
Saya memperoleh kesempatan presentasi pada hari kedua, karena sebenarnya pada hari pertama hanya berisi tutorial dan kuliah singkat dari para pakar dan profesional dibidangnya masing2. Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang saya peroleh dari acara2 semacam ini spt sharing pengetahuan, mempelajari karakter presenter dalam melakukan presentasi dsb. Acara gala dinner dihari kedua dengan menggelar acara makan yang diselingi dengan suguhan kebudayaan Melayu pun cukup kami nikmati. Diacara tersebut seluruh partisipan berkesempatan berfoto bersama, tapi sayangnya momen tersebut tidak sempat saya abadikan
Status FB berdasarkan profesi
1. Akademisi
biasanya status yg diupdate berkenaan dgn kegiatan perkuliahan, misalnya “mata kuliah bla bla…untuk hari ini dirapel minggu dpn”
atau “nilai ulangan utk mata kuliah bla bla sudah keluar, silakan mampir ke blog sy, bs jg via HP ya..di no 0812…”
beuh…ni dosen biar HP nya bunyi terus apa ya…busy man look alike…:-p
2. Marketing/enterpreneur
Banyak yg memanfaatkan FB sbg wadah utk promosi produk spt baju, kerudung, perangkat sholat dll. Bahkan untuk jualan barang2 berat dan properti spt kendaraan bermotor, rumah, tanah dst. “Dijual bla bla…” atau dgn pic barang yang dijual dan ditag kesemua friendlist yg ada di FB, produk telah terpromosikan ke seluruh ind. bahkan dunia. Syukur2 ada yg nyangkut..”harga netnya di pm aja ya gan…”
ada jg yg nggak tertarik tp masih berbaik hati bantu promosi “wah…boil bagus nich gan, tp sori…duit lg cekak gan…bantu sundul aja gan ya…up…up”
dia sebarin dech ke teman2nya iklan barang dijualnya
3. Student
Tergantung studentnya berada pada level mana…kl utk level SMP-SMA, biasanya banyakan status2 alay, curhat, gosip co/ce cakep dilingkungan sekolah dsj. misal “Ah…SeNyUMnya….!!!” atau “ih…keren banget….!!!” dsj. Bahasanya jg agak2 bikin nggak mudeng gan…, misal ababil…sok naon atuh? teu ngarti kan…ababil teh abg labil…:D Beda lg untuk kategori anak kuliahan..Selain status2 sebelumnya, tambahan curhat2 masalah akademik jg menghiasi wall dlm FB-nya, contoh “dosennya killer…” atau “arghhh….besok ada ujian lagi…” atau utk postgraduate student “dah nggak tidur 2 hari, tp resultnya lom keluar…pfufff….” atau status yg ngambang spt “accepted….” nggak tahu maksudnya apa nich, proposalnya diterimakah? papernya diterimakah? atau cintanya yg diterima oleh si dia….:D
4. Wartawan
Biasanya update berita2 yg lg trend dan masih hangat baik politik, sosial, ekonomi, bahkan artis (kl ini biasanya wartawan gosip gan…:D). Bisa jg update kondisi jalan “kilometer 89 cipularang arah bandung macet…” bisa jg kasih info cuaca “bandung hujan lebat disertai angin dng kecepatan bla bla…” beuh..ni wartawannya niat banget ya..:)
5. Ibu rumah tangga
Kehidupan rumah tangganya selalu terupdate di wall FB nya…”nemenin hubby sarapan…” atau “bete nonton terus….” kl yg ini sich ibu RT gaul gan….:D atau bisa jg “my hubby ultah…masak yg spesial ah….”
6. Turis
Setiap singgah ditempat2 yg eksotik selalu diupdate gan…”@Bali….”…enggak berapa lama kemudian update lagi “@Phuket-Thailand”…wih…jd bikin ngiri yg bacanya nich…nggak berapa lama kemudian update lagi “@Bandara Soeta, boarding to UK…” ada org yg kagak ngerti tanya “gan..UK tuh dimana?” dgn sombongnya dia jawab “hareee geneee….nggak tahu yu ke…???? united kingdom lah….” eh…terakhir dia update status “sori gan…status2 sebelumnya cm ngimpi”
jiah…dah bikin ngiri orang ternyata cm ngimpi. Makanya, jgn terlalu terpesona dgn status2 tipe turis kaya gini gan….:-p
7. Seniman
Kl profesi ini biasanya statusnya muter2 gan…kalimat2nya puitis banget “cinta dan kesetiaanku bagaikan bulan bintang dan matahari” nah lo…nggak paham kan? Maksudnya cintanya spt bulan bintang yg merindukan malam (jadi bawaannya kangen terus) dan kesetiaannya bagaikan matahari yg dgn sinarnya terus menerus menerangi bumi (soalnya matahari nggak pernah absen kan…jd pasti setia lah…)
8. PNS
“dikantor nggak ada kerjaan, ngojek dulu ah…” istilah ngojek biasanya dipake untuk cari obyekan alias tambahan biar dapur tetap ngebul, atau kl sudah ngebul biar apinya tambah gede dan asapnya makin banyak
. Setiap tgl 17 ngupdate status “upacara 17-an dihalaman kantor…” jiah…:D memang kl PNS biasanya setiap tgl 17 ada upacara gan….
9. Peneliti
Biasanya sich update berita2 diseputar penelitian dan penemuan2 baru bidang iptek bisa jg sosial ekonomi. Ketika sdh beberapa lama nggak update status, tau2 muncul “Yessss…..got it” maksudnya sesuatu yg dinanti2kan menyangkut penelitiannya telah berhasil…lega rasanya
10. Pengangguran
Nah..kl profesi ini biasanya sedikit2 update status teruss…contoh “mandi dulu…” atau “mau shopping ah….ya…ya…ya…” status nggak penting bgt ya…hehehe…
11. Penulis sableng
Ya…kaya saya ini…nulis2 yg nggak penting kaya gini dan kurang kerjaan…:D
Clubbing
Istilah ini sudah umum dikalangan anak2 muda yang gaul dan senang pergi ke dugem dan kelab2 malam. Ketika seseorang mengajak clubbing, sudah bisa dipastikan pergi ke club2 malam untuk menikmati dunia gemerlap. Tidak berarti selalu berkonotasi negatif, karena ada beberapa diantara mereka yang hanya ingin menikmati alunan musik live atau sekedar kumpul2 dengan teman tanpa embel macam2.
Saya sendiri mem-plesetkan clubbing dengan ke-lab-ing yang kurang lebih artinya nge-lab atau mengerjakan sesuatu pekerjaan di laboratorium. Tidak spt lab2 kimia yang banyak diisi dengan gelas2 ukuran, cairan kimia, tabung2 gas, dll, tapi lab yang saya diami adalah satu workstation dengan satu buah PC dengan beberapa software yang terinstal didalamnya, spt ns-2, matlab, opnet, visual c++ dan beberapa software aplikasi spt microsoft office, visio, adobe, dll. Saya cukup nyaman hingga berlama2 di workstation ini. Dilengkapi dengan internet akses berkecepatan tinggi, pendingin ruangan (AC), dan pantry membuat saya kerasan melakukan pekerjaan hingga malam hari. Santai sejenak dengan membuat teh dan sedikit cemilan ketika jenuh menghinggapi, membuat pikiran kembali refresh untuk beberapa jam kedepan. Clubbing make me happy for any longer time…:D
Brotherhood in Islam
Saya agak terkejut ketika seorang teman dari Pakistan memanggilku dan menanyakan apakah saya tadi menggunakan teko electric miliknya untuk memasak air. Saya baru tersadar kalau baru saja memasak air yang akan digunakan untuk minum dengan menggunakan water boiler (ketel) miliknya. Ku anggukkan kepala dan cepat menuju dapur, khawatir kalau-2 terjadi sesuatu dengan ketel tsb. Alhamdulillah tidak terjadi apa-2, lalu air kutuangkan kedalam teko lain untuk didinginkan, krn ketel tsb akan digunakan olehnya.
Sambil menuangkan air, kami berbicang-2. Beliau menanyakan mengapa saya begitu kaget dan terkejut ketika ia bertanya tadi. Saya jawab, bahwa ketel ini bukan milik saya, dan saya khawatir bila terjadi sesuatu atau rusak, tentu saya harus menggantinya dengan yang baru. Yang membuat saya tersentuh adalah respons beliau bahwa saya bisa menggunakan apapun barang yang ia miliki (termasuk kendaraan bila saya memerlukan) kecuali istrinya. Barang rusak tidak masalah buatnya, ketimbang persaudaraan yang telah kita bina rusak karena hal-2 tersebut.
Sungguh pelajaran yang berharga buat saya tentang indahnya sebuah persahabatan. Saya pun pernah baca tentang kisah-2 sahabat Rosululloh dalam memuliakan tamu dan sahabat lainnya, yang ikhlas mengorbankan kepentingannya demi menjaga nilai sebuah persahabatan. Awalnya saya berpikir bahwa hal tsb hanya terjadi dijaman Rosul dan para sahabat. Ternyata kali ini saya mengalami sendiri dijaman yg serba materialisme dimana segala sesuatu dipandang dari sudut materi.
Ah…mampukah saya bersikap yang sama, mengorbankan kepentingan pribadi demi kebahagiaan sahabatnya?

