Home > Sience & Technology > Telepon Pedesaan (2 of 2)

Telepon Pedesaan (2 of 2)

Telepon radio digital merupakan satu sistem telepon pedesaan yang paling efisien dan hemat biaya serta mudah dalam proses instalasinya dibandingkan dengan kedua sistem telepon pedesaan lainnya (satelit dan selular). Dengan memanfaatkan gelombang radio sebagai media pengganti kabel memudahkan dalam ‘menaklukkan’ beratnya kondisi2 geografis di Indonesia seperti pegunungan/perbukitan dan pesisir pantai. 
Sistem ini baik untuk diterapkan pada daerah pemukiman yang tidak terlalu padat, dengan keuntungan sistem pentarifan yang murah seperti pada sistem telepon kabel. Namun sistem ini juga memiliki kelemahan dalam hal propagasi dan fading. Pada awalnya sistem ini menggunakan modulasi analog, akan tetapi dengan berkembangnya teknologi digital, maka sistem pemodulasian dilakukan secara digital.
digrad.jpg
Seperti terlihat pada gambar bahwa terminal pelanggan (subscriber) dapat diberdayakan sebagai telepon umum (wartel) atau dengan menggunakan interface PABX (Private Automatic Branch Exchange), saluran telepon dapat diperluas dan disambungkan kerumah2 penduduk atau kantor2 kecamatan terdekat yang membutuhkan. Beberapa lokasi yang telah menggunakan sistem ini adalah di desa Atapupu, Motta’ain, dan Haekesak yang merupakan bagian dari Kabupaten Belu dan desa Oele di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Keempat lokasi tersebut merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan negara2 tetangga
Categories: Sience & Technology
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: