Home > Journal of life > Bandung macet euy…

Bandung macet euy…

Huh…benar2 menyebalkan. Berapa banyak waktu yang terbuang dijalanan dengan percuma hanya karena tidak tertibnya pengemudi berlalu lintas. Serobot sana, serobot sini, hingga selain menjadikan jalanan macet, bisa juga membahayakan pengemudi lainnya atau bahkan dia sendiri.

Anda boleh setuju boleh tidak, berdasarkan pengamatan saya bahwa penyebab kemacetan lalu lintas dijalan2 di Bandung adalah angkot dan sepeda motor. Selain jumlah angkot yang sudah banyak di Bandung juga minimnya disiplin berlalu lintas yang dimiliki pengemudi menjadi faktor terjadinya kemacetan. Menaikkan dan menurunkan penumpang seenak udelnya sendiri, berhenti secara mendadak sehingga pengendara lain terhalang untuk melaju, sungguh…ini benar2 menyebalkan. Demikian pula dengan pengendara sepeda motor yang melaju dengan seenaknya seolah2 jalan sorangan. Harga BBM yang meningkat menyebabkan banyak orang beralih naik motor, sehingga jumlah pengendara sepeda motor pun menjadi meningkat tajam. Tapi ini tidak dibarengi dengan perilaku disiplin berlalu lintas.

Belum lagi ketika hari libur sabtu dan minggu datang atau libur2 panjang menjelang, banyaknya factory outlet (FO) dan tempat2 wisata kuliner di Bandung menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal untuk berkunjung, membuat kota Bandung bertambah macet dan semrawut terutama terpusat di area2 tersebut spt Dago, Pasteur, Riau, dll. Banyak orang yg enggan melalui daerah2 tersebut terkecuali keadaan yang memaksa. Sudah sedemikian parah kah kemacetan di kota Bandung dan bagaimana solusinya ya…?

Menurut pendapat saya, solusi yg paling jitu adalah mengurangi atau bahkan membubarkan angkot (maaf..) dan menyediakan sistem transportasi yang memadai. Artinya bahwa sistem transportasi yang disediakan harus murah, nyaman dan menjangkau semua daerah hingga ke pelosok Bandung. Entah itu berupa bus way, monorel, dsj. Murah, tentu saja bila dibandingkan dengan kalau mereka harus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau pun motor. Saya yakin, lambat laun dan pasti semua orang akan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik jenis ini.

Bagaimana dengan anda…?

Categories: Journal of life
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: