Home > Sosial & Politik > Kompetisi

Kompetisi

September 12, 2008 Leave a comment Go to comments

Pada posting saya sebelumnya menceritakan tentang persaingan dalam motoGP antara Rossi vs Stoner, yang hingga seri ini dimenangi oleh Rossi dengan tunggangannya fiat yamaha. Padahal pada musim 2007 lalu, Stoner dengan ducati-nya menjuarai hampir semua lintasan. Tentu saja, ini disebabkan ketika itu ducati memiliki tenaga yang mumpuni jauh dibawah rival2nya seperti honda, suzuki, yamaha, dll terutama pada trek lurus yang panjang. Terbukti ketika Rossi mampu menyalip Stoner ditikungan, giliran Stoner yang mempecundangi Rossi pada trek lurus. Sangat jelas terlihat perbedaan power kecepatan yang dimiliki antara keduanya. Lebih2 ketika itu Rossi menggunakan ban michelin yang menurutnya memiliki kekurangan (grip) dibandingkan pesaingnya bridgestone.

Berganti musim, baik pabrikan yamaha maupun honda melakukan perbaikan2 dengan meningkatkan performa. Selain itu Rossi melakukan pengalihan ban dari michelin ke bridgestone. Padahal rekan se-timnya Lorenzo tetap menggunakan ban michelin. Terbukti pada musim ini performa fiat yamaha dengan bridgestone mampu bersaing dengan power ducati, meskipun masih berada sedikit dibawah ducati, akan tetapi dengan Rossi sebagai rider-nya yang memiliki skill yang baik, mampu hingga saat ini mengatasi ketangguhan ducati dan Stoner.

Beralih ke masalah bisnis. Ada seseorang yang mencoba berbisnis menjual makanan. Pada awalnya produk ini laku keras hingga omset yang dihasilkan sangat besar dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan. Akan tetapi beberapa bulan berikutnya banyak muncul produk makanan sejenis sehingga tentu saja omset sang pioner makanan ini menjadi turun hingga akhirnya gulung tikar. Padahal semestinya yang harus dia lakukan adalah melakukan evaluasi untuk tetap eksis berjualan dan meningkatkan omset, baik dengan promosi, diversifikasi produk, atau potongan harga. Tidak hanya perang, bisnis pun harus punya strategi bukan?

Cerita diatas adalah sekelumit tentang persaingan (kompetisi). Dalam hidup kadang kita membutuhkan kompetitor atau pesaing yang mempunyai pengaruh positif pada peningkatan kemampuan seseorang. Cerita yang pertama adalah orang yang mampu berpikir positif dalam menghadapi persaingan sehingga mampu menjadi pemenang, sementara cerita yang kedua adalah orang yang tidak siap dalam menghadapi persaingan.

Kunci yang utama dalam kompetisi adalah tanamkan dalam diri bahwa kita pun mampu melakukan hal yang sama seperti mereka. Ketika kita kalah, segera lakukan evaluasi dan temukan penyebabnya. Tidak lantas larut dalam kesedihan dan menyalahkan orang atau sistem. Sehingga pada kompetisi berikutnya giliran kita yang menjadi pemenang. Dan tentunya jangan cepat dan mudah berputus asa.

Categories: Sosial & Politik
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: