Home > Sience & Technology > Pengaruh ponsel

Pengaruh ponsel

September 24, 2008 Leave a comment Go to comments

Perkembangan teknologi terkadang berjalan tidak selaras dengan keseimbangan alam dan hidup manusia. Kondisi alam yang tidak seimbang akan beimplikasi terhadap kehidupan manusia terutama masalah kesehatan. Kota Bandung yang dahulu sejuk dan segar terusik oleh adanya pembangunan gedung2 disemua lahan sehingga ruang terbuka hijau semakin lama susah dicari. Lebih2 mencari taman bermain untuk anak yang susah karena lahan2 tersudutkan oleh pembangunan mall2 dikota Bandung. Semua dilakukan atas nama modernisasi kota. Huh…bagaimana bisa penataan kota Bandung yang dulu dikenal sebagai paris van java menjadi seperti sekarang ini, kota yang semerawut, macet dan sampah dimana2. Apalagi akhir2 ini masyarakat Bandung terusik dengan banyaknya pembangunan tower BTS telepon selular, yang tidak hanya mengganggu tata kota, lebih dari itu adalah efek radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan akan mengganggu kesehatan manusia

Dahulu masyarakat hanya mengenal telepon kabel sebagai media komunikasi. Akan tetapi seiring perkembangan jaman muncul teknologi nirkabel seperti HT dan ponsel. Telepon nirkabel, khususnya telepon seluler yang sudah banyak dipasarkan pada saat ini mempunyai frequensi 450 MHZ dan 900 MHz. Ponsel dengan frequensi 1800 MHz pun sudah memasuki pasaran dan tentu ditawarkan dengan berbagai macam kelebihan. Bila dilihat dari frequensi yang digunakan, maka panjang gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel akan berkisar antara 1 meter sampai dengan 0,01 meter. Oleh karena komunikasi menggunakan ponsel akan megeluarkan gelombang elektromagnetik, maka radiasi elektromagnetik yang keluar dari emiter ponsel secara teoritis akan berdampak pada tubuh manusia, khususnya bagian kepala sekitar telinga

Banyak kejadian seseorang mengeluh sakit kepala, pening, sukar tidur, konsentrasi terganggu, atau merasa letih tanpa tahu penyebabnya. Keluhan tersebut biasanya merupakan gejala adanya kelainan di dalam sistem atau organ tubuh, tetapi sering kali dokter pun tidak menemukan penyebab secara pasti. Tentu saja jika terpaksa diberi obat, biasanya bersifat simptomatis atau hanya meredakan gejalanya semata.

Gangguan ini umumnya disebabkan oleh radiasi elektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik tegangan tinggi atau ekstra tinggi, peralatan elektronik di rumah, di kantor maupun industri. Termasuk telepon seluler (ponsel) maupun microwave oven, ternyata sangat potensial menimbulkan berbagai keluhan tersebut.

Khusus untuk radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh ponsel, suatu penelitian yang telah dilakukan di Universitas Lund (Swedia) menunjukkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh ponsel dapat mempengaruhi fungsi enzim dan protein. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus percobaan menunjukkan adanya perubahan biokimia dalam darah tikus, yaitu terjadinya perubahan protein albumin yang berfungsi dalam memasok aliran darah ke otak. Professor Leif Salford seorang peneliti masalah dampak pemakaian ponsel terhadap kesehatan, mengatakan bahwa gelombang mikro yang keluar dari ponsel dapat memicu timbulnya penyakit “alzheimer” atau kepikunan lebih awal dari usia semestinya. Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menyebabkan menurunnya kemampuan berfikir serta kemampuan mengingat-ingat atau memori, sehingga gejala penyakit alzheimer mirip dengan orang tua yang pikun. Walaupun belum terbukti secara langsung bahwa penggunaan ponsel adalah penyebab utama timbulnya penyakit alzheimer, namun menurut Prof. Leif Salford akibat yang mungkin ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik dari ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja, tapi harus secara cermat diteliti segala kemungkinan yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian ponsel. Hal ini sebenarnya disebabkan karena kekhawatiran manusia berdasarkan pengalaman 80 tahun yang lalu, yaitu pada saat para dokter waktu itu senang menggunakan pesawat sinar-x (pesawat Roentgent) untuk berbagai keperluan diagnosis. Oleh karena pada waktu itu belum diketahui dampak pemakaian sinar-x, maka dokter menggunakannya tanpa memakai pakaian proteksi radiasi atau jas apron, sehingga setelah berselang beberapa tahun ternyata banyak dokter yang menderita kanker kulit. Nah, atas dasar pengalaman ini maka para ahli saat ini sedang berusaha untuk meneliti kemungkinan adanya dampak dari pemakaian ponsel terhadap kesehatan manusia.

Secara teoritis, hal ini dapat dijelaskan bahwa teknologi ponsel yang digunakan oleh masyarakat saat ini memiliki frekuensi berkisar antara 450 – 1800 MHz dan telah memasuki daerah gelombang mikro seperti halnya radar. Bila dilihat energinya, maka pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel akan menghasilkan energi yang mengikuti persamaan berikut ini:

E  = hv = h c/l

dimana E = energi yang dihasilkan, erg; h = konstanta planck, 6,62 x 10-27 erg detik; c = kecepatan cahaya, 300.000 km/detik = 3.1010 cm / detik;  dan l = panjang gelombang.

Jika panjang gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel diambil 10-2 meter, maka energi elektromagnetik yang akan dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut:
E = 6,62.10-27 x 3.1010 / (10-2.10-2 )
   = 19,86.10-17  erg

Karena ; 1 eV = 1,6.10-12  erg, maka : E  =(19,86.10-17)/(1,6. 10-12) eV. 
                     = 12,41 . 10-5 eV 
                     = 1,241 . 10-6 eV

Hasil perhitungan tersebut di atas menunjukkan bahwa quantum energi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik ponsel, secara kuantitas relatif masih kecil karena hanya berkisar seper sejuta elektron Volts. Namun kalau jarak sumber radiasi dengan objek, yaitu jarak antara pesawat ponsel dengan kepala (khususnya telinga) diperhitungkan, maka dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja. Alasannya adalah karena intensitas radiasi elektromagnetik yang diterima oleh objek (kepala khusus bagian telinga), akan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak, artinya makin dekat dengan sumber radiasi (ponsel) akan makin besar radiasi yang diterima. Persoalan akan lebih menarik lagi, kalau waktu kontak atau waktu berbicara melalui ponsel diperhitungkan, maka akumulasi dampak radiasi akibat pemakaian ponsel perlu dicermati lebih jauh lagi.

Penelitian tentang pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm2 masih termasuk dalam nilai ambang batas aman. Nilai ambang batas aman sebesar 10 mW/cm2 ini berlaku di Amerika, sedangkan untuk negara-negara lain belum dicapai kata sepakat berapa sebenarnya nilai ambang batas aman tersebut. Sebagai contoh, Rusia menetapkan nilai ambang batas aman adalah 0,01 mW/cm2, jauh lebih kecil (1/1000 nya) nilai ambang batas aman yang ditetapkan oleh Amerika. Jadi mengenai penetapan nilai ambang batas aman masih perlu diteliti lebih jauh lagi, demi keselamatan pemakai gelombang mikro termasuk pula terhadap pemakaian ponsel. Kekhawatiran terhadap adanya radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel, ternyata telah dimanfaatkan secara psikologis oleh produsen peralatan proteksi radiasi yang ditimbulakan oleh ponsel. Pada saat ini memang telah diperdagangkan suatu alat yang dikatakan dapat memproteksi radiasi yang ditimbulkan oleh pontel, terutama yang katanya dapat menembus dan mempengaruhi jaringan otak manusia. Seorang rekan pun sedang meneliti dan membuat alat serupa yang terbuat dari kristal. Akan tetapi seberapa jauh efektifitas alat proteksi radiasi yang ditimbulkan oleh pemakaian ponsel, sejauh ini masih perlu diteliti kebenarannya. Namun yang jelas, dampak psikologis terhadap kemungkinan adanya pengaruh radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel, telah dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjual peralatan proteksi tersebut.

Ada juga peralatan lain yang dikatakan sebagai reduktor radiasi elektromagnetik ponsel berupa loudspeaker telinga yang dilengkapi dengan extension kabel atau lebih populer dengan sebutan alat “hands free”. Dengan alat hands free ini orang dapat berkomunikasi via ponsel tanpa memegang ponsel. Alat ini agaknya masih dekat denga tubuh karena pada umumnya dimasukkan ke dalam saku baju. Namun sekali lagi, seberapa jauh efektifitas peralatan proteksi radiasi elektromagnetik tersebut, kiranya masih perlu diteliti lebih lanjut. Satu hal yang pasti dan perlu diperhatikan adalah berkomunikasilah dengan ponsel seperlunya saja, agar waktu kontaknya singkat sehingga dosis yang diterima kecil dan waktu kontak yang singkat juga berpengaruh terhadap kantong Anda😉, karena menghemat pemakaian pulsa ponsel.

Categories: Sience & Technology
  1. Achmad Chaeruman
    October 2, 2008 at 11:24 pm

    he he detail nih di bahas …
    memang sih ponsel membawa perubahan yang besar dan mendasar terhadap perilaku dan budaya kita, karena sifat instan-nya dan privasi untuk bisa berkomunikasi. Sekarang lebih parah penetrasi ke generasi muda, anak2 malah, seiring dengan semakin murahnya pulsa dan semakin mudahnya didapatkan.

    kembali ke pengaruh emisi GEM, pasti ada pengaruhnya lah sesedikit apapun itu, apalagi jika sudah nggak kenal waktu alias keseringan pakai …. hmmm, kita tunggu aja deh penelitian selanjutnya dari para ahli..

    tapi pastinya, emisi terbesar ya datang dari ponselnya lho, bukan dari menara pemancar, karena pemancar ini max hanya 45 watt, nun jauh diatas, ber meter2 dari kita, sedangkan ponsel bisa sampai 2 watt, nempel tuh dikuping, jarak ke otak ya dalam hitungan cm dehh😦 … hiiii …

    klo buat ngakalin atau jaga2, ada baiknya : 1. mengurangi pemakaian🙂 2.pakai handfree dongle tipe kabel, ataupun yang nyamber pakai speaker😀 (hilang deh privasi,malahan bikin berisik) 3. matiin HP klo nggak dipakai, jadi HP on klo mau nelpon dan janjian nungguin telpon.

    naahhh khan jadi repot he he he …

  2. November 4, 2008 at 3:42 pm

    Ditemukan bahwa dengan hanya menelepone dalam waktu 2 menit dapat membuka “menutup darah ke otak” pada anak-anak ataupun dewasa, kemudian toksin masuk ke aliran darah dengan melewati pembuluh darah ini menuju tengkorak kepala dan menyerang sel-sel otak. hal ini juga akan mengganggu aktivitas elektrik alami pada otak anak sampai lebih dari 1 jam setelah menelepon.

  3. ades
    January 5, 2010 at 6:33 am

    aku mau tanya…kira-kira berapa ya…standar radiasi hp yng cocok kita pakai?

    #####
    spt yg sy tulis, bahwa ambang batas aman adalah 10 mW/cm2. Tp ketika ini berlangsung terus menerus, maka lama kelamaan akan mempengaruhi kinerja tubuh. Dipasaran dijual kalung atau benda sejenis utk kesehatan, ini difungsikan untuk menangkal gelombang elektromagnetik dgn mengabsorpsi pancaran2 gelombang EM.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: