Home > Journal of life > rapuh

rapuh

Kerinduan ngeblog muncul ketika mendengarkan lagu opick bertajuk rapuh. Ya…hidupku terasa rapuh tanpa bersandar kepada-NYA, berjalan tanpa arah yang pasti. Hidup adalah rentang waktu dalam menjalani satu proses untuk menghadapi masa yg kekal dan abadi. Bekal yang cukup dengan selalu beribadah dan berpasrah diri kepada-NYA membuat hati kita tenang dan tidak akan pernah takut dan khawatir dalam menghadapi segala cobaan-NYA

Ya robbi, mudahkanlah semua urusanku didunia, berilah petunjuk-MU hingga daku selamat hingga kembali keharibaan-MU, Amin…

*******

Detik waktu terus berjalan, berhias gelap dan kelam, suka dan duka tangis dan tawa tergores bagai lukisan, seribu mimpi berjuta sepi hadir bagai teman sejati , diantara indahnya jiwa dalam mesra dan air mata, ku persembahkan kepada-MU yg terindah dalam hidupku

meski ku rapuh dlm langkah kadang tak setia kepada-MU, namun cinta dalam jiwa hanyalah kepada-MU, maafkanlah bila hati tak sempurna mencintai-MU, dalam dada kuharap hanya diri-MU yg bertahta

Categories: Journal of life
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: