Home > Sosial & Politik > Naikkan Gaji Para Ilmuwan dan Peneliti

Naikkan Gaji Para Ilmuwan dan Peneliti

Naikkan Gaji Para Ilmuwan dan Peneliti

SAYA sangat kecewa dengan ungkapan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional, Bapak Fasli Jalal, yang antara lain mengeluhkan bahwa pemerintah telah menghitung sedikitnya 600 – 1.000 ilmuwan Indonesia saat ini, bekerja sebagai peneliti dan menempati posisi tinggi di perusahaan berbasis teknologi tinggi, di berbagai negara maju di dunia. Menurut Bapak Fasli Jalal, Depdiknas dan pemerintah tidak bisa memaksa agar para ilmuwan Indonesia bekerja dan mengabdi di tanah air, karena minimnya ketersediaan fasilitas yang ada di Indonesia dan mereka pun bergaji kecil. Demikian ungkapan Dirjen Dikti Depdiknas, saat beraudiensi dengan perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI Dunia).

Alangkah ironisnya, seorang Dirjen Dikti mengeluh di hadapan wakil para mahasiswa yang belajar di luar negeri. Bukan mencari cara mengatasinya. Saya lalu teringat apa yang pernah dikatakan oleh Wakil Presiden, Bapak Yusuf Kalla. Bahwa dalam sidang kabinet, banyak menteri yang pandai bicara, tetapi sedikit yang pandai mengambil keputusan. Sebab itulah, beliau sering mengambil keputusan, walaupun sering ditentang oleh Menteri Keuangan dan menteri terkait lainnya.

Menjelang pemilihan umum, pemerintah sering menaikkan gaji pegawai negeri yang jumlahnya Rp 4 juta – Rp 5 juta/orang. Tetapi kenapa untuk hanya ribuan ilmuwan/peneliti kita, tak seorang pun menteri dalam kabinet yang menyampaikan gagasan, agar para ilmuwan/peneliti kita digaji dengan pantas dan dengan fasilitas yang memadai. Ini telah berlangsung lebih dari empat puluh tahun, sejak zaman Orde Baru sampai era reformasi ini.

Menurut hemat saya, dua tiga tahun ke depan ini, hentikan dulu kenaikan gaji pegawai negeri. Naikkan saja gaji ilmuwan/peneliti yang jumlahnya hanya ribuan orang. Bentuklah panitia ad hoc, yang terdiri atas Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemeneg PAN), Menteri Pendidikan Nasional, dan menteri lainnya yang terkait, termasuk para ilmuwan/peneliti yang bersangkutan, untuk menghitung berapa pantasnya gaji seorang ilmuwan/peneliti. Apakah sekitar Rp 20 juta – Rp 30 juta sebulan. Sebab setahu saya, di Malaysia, seorang profesor bisa digaji Rp 50 juta sebulan, kenapa di Indonesia hanya menerima sekitar Rp 5 juta?

Dengan adanya kenaikan gaji ilmuan/peneliti, diharapkan 40.000 mahasiswa di luar negeri yang sedang menuntut ilmu sarjana hingga doktoral, akan lebih tertarik bekerja di tanah air yang alamnya lebih indah dan udaranya lebih cocok, ketimbang di negara maju lainnya yang punya empat musim. Kenapa tidak?

H. Slamat, S.M.
Jln. Anggur Raya EE2 No. 19
Sukatani Permai, Cimanggis
Depok

sumber: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=95171

Categories: Sosial & Politik
  1. Suryani
    December 11, 2014 at 11:47 am

    Seharusnya pemerintah lebih memperahatikan Gaji ilmuwan, karena ilmuwan adalah aset bangsa yang tidak terhingga harganya… Yang bisa meninggikan derajat bangsa dimata dunia dari hasil penemuannya…..ilmuwan adalah pahlawan kita😄

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: