Home > Journal of life > Nikmat yg terdustakan

Nikmat yg terdustakan

Sejak 2 minggu yang lalu kaki saya tidak bisa berjalan dengan sempurna akibat keseleo. Ini terjadi diluar kesadaran saya, karena secara tiba2 saja ketika bangun tidur, kaki sudah terasa nyeri. Mungkin salah memposisikan kaki ketika tidur, sehingga tanpa saya sadari menyebabkan kaki tertekuk sehingga urat/otot tidak berada pada tempatnya dan jalan darah tidak sempurna.

Tentu saja ini berimbas pada terganggunya aktifitas sehari2. Jalan tidak sempurna karena nyeri yang terasa, begitupun ketika melakukan sholat terutama ketika akan sujud. Ah…ternyata nikmat akan sangat terasa ketika ia hilang dari kehidupan kita. Diambilnya kenikmatan berjalan membuatku merenung dan sekaligus mengingatkanku bahwa begitu banyak nikmat-Nya yang selama ini kita lupa mensyukurinya. Begitu rahman dan rahimnya Dia yg telah memberikan ini semua tanpa kita harus membayarnya.

Hari ini kebetulan teman saya yg diberikan kelebihan mampu memijat mencoba mengobati. Belum sembuh sempurna seperti dulu, tp alhamdulillah sudah membaik. Insya Allah beberapa hari kedepan akan menjadi lebih baik lagi. Saya yakin bahwa kita hanya bisa berusaha dan berdoa, selebihnya Allah lah yang memberikan takdir kesembuhan.

Categories: Journal of life
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: