Home > Sosial & Politik > Memahami Takdir

Memahami Takdir

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang meyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya,apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang meyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.” Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu sembrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, “Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu.”

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang ruwet. Kemudian ibu berkata, “Anakku, dari bawah memang ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa dia atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola,ibu hanya mengikutinya.” “Sekarang, dengan melihatnya dari atas, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.”

===

Cerita diatas hanyalah sebuah kiasan dan analogi saja bagaimana seorang manusia memandang takdir. Ketika musibah menimpa selalu mengeluh mengapa Allah memberikan takdir ini. Mengapa Dia memberikan sesuatu yang buruk kepada kita bukan sebaliknya. Bukankah kalau Ia memberikan yang seperti itu akan membuat kita bahagia. Oh…kenapa hal ini menimpa kita?

Saudaraku, apa yang Allah takdirkan terjadi pada diri kita semuanya baik menurut pandangan-Nya, karena Dia lebih tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita sebagai manusia seharusnya lebih bertafakkur, bahwa akan ada hikmah dari semua kejadian2 yang kita alami, baik susah maupun senang. Baik dan buruknya takdir yang Allah berikan hanyalah dilihat dari sudut pandang manusia. Kalau hal ini sudah kita pahami, maka ketika tertimpa musibah, tidak terlalu larut dalam kesedihan, karena kita paham bahwa akan ada hikmah dalam setiap musibah. Sebaliknya ketika kebahagiaan menghinggapi, kita bersyukur bahwa semuanya terjadi karena kehendak-Nya, sehingga tidak lantas lupa dan lalai.

Categories: Sosial & Politik
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: