Home > Journal of life > Mengenang Sosok Dr. Iip Syarif Hidayat

Mengenang Sosok Dr. Iip Syarif Hidayat

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tgl 7 Januari 2010 jam 17.00, Dr. Iip Syarif Hidayat telah wafat berpulang kehadirat-Nya akibat kanker getah bening yang dideritanya selama kurang lebih 2 tahun terakhir. Semoga beliau wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan kepada keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan dan kesabaran, Amin.

Saya pertama kali mengenal beliau pada tahun 1998. Pada saat itu beliau adalah salah satu interviewer pada saat seleksi masuk pegawai PPET-LIPI. Beliau pun sebenarnya baru saja menyelesaikan studi strata S2 nya di Jepang. Selama tenggang waktu 1998-2000 saya menangkap kesan bahwa beliau adalah sosok yang tegas dalam beramar ma’ruf nahi munkar dan giat bekerja dalam mencapai target. Mungkin ini pengalaman yang ia peroleh selama di Jepang, karena ia menyelesaikan studi strata S1 hingga S3 dinegeri berjuluk matahari terbit.

Beliau juga senang berolah raga sepak bola. Kala itu setiap sabtu pagi, karyawan PPET selalu mengadakan acara olah raga tersebut. Posisi beliau adalah sebagai seorang striker. Meskipun berbadan besar dan gemuk, tp ketika menggiring bola, kecepatan larinya sangat luar biasa. Hingga bek-2 lawan dibuat ngeri menghadang laju larinya. Tendangannya pun sangat luar biasa. Dari jarak jauh pun, beliau bisa membobol gawang lawan dengan kekuatan kaki dan arah yang agak menyudut. Tapi kegiatan ini vakum setelah beberapa pegawai PPET banyak yang melanjutkan sekolah ke LN, salah satu diantaranya adalah beliau. Pa Iip melanjutkan studi S3 nya ke Okayama University pada tahun 2000-2003.

Setelah tahun 2004 hingga 2007, kami jarang berinteraksi, karena kesibukan beliau sebagai seorang peneliti. Hanya sesekali saja bertemu, itupun tidak sampai berdiskusi yang cukup mendalam. Terakhir adalah saya diberi ‘proyek’ kecil-2an oleh beliau untuk menterjemahkan beberapa lembar dokumen berbahasa jepang kedalam bahasa Indonesia. Sebenarnya proyek ini dari temannya untuk beliau kerjakan, tp karena kesibukan beliau menangani beberapa proyek, hingga mendelegasikan tugas ini kepada saya. Alhamdulillah, hitungan per lembarnya sangat memuaskan, bahkan diluar perkiraan saya sebelumnya. Karena hasil terjemahannya cukup memuaskan, beliau meminta saya untuk kembali menterjemahkan beberapa dokumen. Tapi secara halus saya tolak, karena pada saat itu kebetulan saya juga sedang sibuk menangani sebuah proyek dan punya tanggung jawab mengajar dibeberapa tempat.

Kalau tidak salah pada tahun 2007, beliau divonis terkena penyakit kanker getah bening. Beberapa usaha ia lakukan untuk menyembuhkan penyakitnya dan tidak terhitung jumlah uang yang ia keluarkan. Tapi ditengah penyakit yang dideritanya, semangat hidup dan bekerjanya sangat luar biasa. Bahkan diwaktu-2 yang seharusnya beliau beristirahat, ia gunakan untuk bekerja dan melakukan penelitian, hingga beberapa hari sebelum wafat. Selamat jalan Saudaraku…mdh-2an penyakit yang kau derita sebagai kifarat atas semua kesalahan dan kealpaan yang kau lakukan. Mdh-an Allah menerima segala amal ibadahmu, dan keihklasan keluarga dan handai taulan mu akan melapangkan alam kubur-mu. Amin….

Categories: Journal of life
  1. Ganesa Purwanto
    January 11, 2010 at 1:56 am

    aamiin,
    saya shock betul dan tertegun sesaat ketika mendapat berita kepergian beliau dari no telponnya tadi malam
    beliau adalah dosen pembimbing KP dan TA saya thn 98,
    betul-betul panutan saya beliau itu…
    selamat jalan pa…

  2. Asri Sundari
    April 7, 2010 at 4:59 am

    subhanallah sosok beliau selalu menginspirasi setiap orang yg mengenalnya, hebat sangad pa iip, belaiu adalah pembimbing TA saya thn 2005, semogan beliau berada d temapt terindah d sisiNYa.Amin….

  3. sasono
    May 22, 2010 at 9:46 am

    Kanker Akh Iip dimulai dari kanker nasopharin.

  4. Iyat Kurnia
    February 2, 2011 at 7:54 am

    Innalillahi wa innailaihi roji’un, baru hari ini saya mengetahuinya saat iseng-iseng buka google tak sengaja tangan mengetik nama beliau.
    Begitu terpampang banyak nama Beliau di google, satu yang bikin penasaran “Berita Duka wafatnya DR. Iip Syarif Hidayat, Posted : 07 Januari 2010” Setelah saya telusuri hingga saya masuk ke alamat ini armie.wordpress.com ternyata benar, Bapak Iip Syarif Hidayat yang saya kenal, beliau adalah dosen pembimbing saya tahun 1997, Beliau sosok Pendidik yang baik, Pekerja Keras, Tidak Kenal Lelah, Penelitian yang dilakukan pada saat menyelesaikan TA bersama beliau dengan judul VCSEL (Vertical Cavity Surface Emitting Laser Diode) selesai dalam waktu tiga bulan, ini semua tak lepas berkat keseriusan beliau dalam membimbing saya. Terima kasih saya ucapkan atas segala kebaikan yang pernah dilakukan. Semoga Amal Ibadah mendapatkan balasan dari Alloh SWT dan diberikan tempat yang terbaik disisi Alloh SWT

  5. ummu muadz
    February 17, 2011 at 1:58 pm

    amin…amin ya robbal’alamin…semoga anak2nya dapat meneruskan cita-cita beliau..nisa, nia, muadz dan hafidz

  6. muslim
    April 7, 2012 at 1:00 am

    Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…

    Saya kenal dengan Almarhum… orangnya sangat ramah dan sederhana… baik budi pekerti dan rajin beribadah… suka jadi imam di LIPI bdg.
    Kebetulan saya salah satu murid beliau, disamping dosen kuliah juga dosen pembimbing bagi Tugas Akhir saya. Beliau memang peneliti sejati, sangat penuh tanggungjawab dan sangat menghargai waktu.
    Semoga Almarhum diterima disisi Alloh SWT…

    Aamiin Yaa Alloh Yaa Robbal A’laamiin…

    *nmpang share…

  7. Arup Neogi
    August 27, 2013 at 7:20 am

    Hello, Thanks for the blog that I came across while searching for Iip who was one of my labmate and a undergraduate student at Yamagata University, Japan in 2004-05. I owed him a lot as he introduced me to Japan as a foreign student. He used to work on VCSEL lasers with Prof. Kawaguchi before he moved to Sendai for his MS degree. I am so shocked to hear about his death and still wish it was a different person and not the one of my old friend.

    May he rest in peace!

    ====
    Yes, he is. He was graduated his PhD degree from Okayama University, Japan in 2003. Then, he worked as researcher in Research center for electronics and telecommunication, Indonesian Institute of Sciences. We miss him, and pray that he live peacefully over there

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: