Home > Journal of life > Ketika Asa-ku Terhempas

Ketika Asa-ku Terhempas

Desir angin malam diiringi suara binatang malam
Lirih mengalun rintihan munajat
Kurenungi segala asa yg perlahan terhempas
Kemudian bangkit dengan sebingkai senyum
Aku minta pada-Nya setangkai bunga segar
Dia beri aku kaktus berduri…
Aku minta pada-Nya hewan mungil nan cantik
Dia beri aku ulat berbulu…
Aku sempat sedih, kecewa dan protes
Betapa tidak adilnya ini…
Namun kemudian…
Kaktus itu berbunga, sangat indah sekali… ulatpun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik…
Itulah jalan Allah..indah pada waktunya…
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi memberi apa yang kita butuhkan.
Walau kadang sempat sedih, kecewa, terluka..
Tapi jauh diatas segalanya
Dia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.
Cobaan merupakan pelecut semangat
Ujian agar kita berada setingkat lebih tinggi
Lantas, masihkah kita berharap pada yang lain….?
Sesungguhnya sabar dan tawakkal adalah solusi
Terhadap permasalahan yg mengelilingi kita
Tetap terus semangat…sambil berharap
Mudah2an hari ini lebih baik dari kemarin

Categories: Journal of life
  1. Adi
    May 12, 2011 at 1:15 am

    Amin….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: