Home > Sience & Technology > Beyond Vision 2020

Beyond Vision 2020

Dalam sebuah kesempatan menghadiri public lecture oleh Dr. Mahathir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia yg namanya cukup disegani oleh pemimpin-2 dikawasan asia tenggara, bahkan dunia, ada beberapa point penting yang seharusnya menjadi concern pemerintah, tidak hanya di Malaysia, tapi termasuk juga Indonesia dan negara2 lainnya. Topik yang beliau bawakan pada kesempatan tersebut adalah “beyond vision 2020”.

Hal pertama adalah masalah teknologi. Beliau mengambil contoh teknologi telekomunikasi. Dahulu, ketika telpon kabel satu-2 nya fasilitas telpon yg cukup populer. Belum ada teknologi wireless bahkan phone cell spt sekarang. Ketika seseorang ingin berhubungan dengan teman, kerabat, dan keluarga yang berada di luar negeri, seseorang hrs menghubungi operator, dan menunggu beberapa menit hingga berjam-2. Ketika jalur telah siap, maka sambungan internasional dapat dilakukan. Itupun harus dilakukan dengan berteriak, agar suara dapat terdengar diseberang sana. Tidak demikian dengan keadaan saat ini, sambungan luar negeri dapat langsung melalui mobile phone dan tanpa suara harus dikeraskan. Bagaimana dengan pasca tahun 2020 nanti? Demikian juga dengan teknologi informasi, dengan koneksi internet, semua informasi dapat diperoleh dari semua belahan bumi. Tidak perlu repot-2 harus mengunjungi suatu daerah ketika kita ingin memperoleh informasi daerah yg bersangkutan spt yang dilakukan tahun-2 sebelumnya. Berkenaan dengan teknologi informasi ini, yg perlu diwaspadai adalah masalah pornografi, terutama terhadap kaum muda. Jangan sampai kebebasan dan kemudahan informasi ini meracuni pola pikir kaum muda.

Kedua adalah masalah lingkungan. Teknologi nuklir sebagai pasokan listrik bagi (Malaysia) tidak terlalu dibutuhkan mengingat efek buruk dari limbah dan radiasi yang dikeluarkan dari nuklir (uranium) itu sendiri. Teknologi nuklir akan mencemari lingkungan, dan tempat pembuangan limbah-nya itu sendiri akan berakibat kurang baik terhadap lingkungan sekitarnya. Beliau juga concern terhadap penggunaan dan pembuangan plastik, yg suatu saat akan terjadi penumpukan barang-2 berbahan dasar plastik. Jika ini di ‘burned’, maka asapnya akan menjadi racun bagi lingkungan sekitar. Sepatutnya pemerintah lebih concern dan membatasi penggunaan plastik agar tidak mencemari lingkungan.

Dan yang terakhir adalah masalah finansial. Bagaimana krisis moneter yg terjadi pada tahun 1997-1998 menghancurkan sistem perekonomian dunia, akibat meningkatnya nilai mata uang dolar terhadap mata uang dalam negeri. US mengucurkan dana hingga milyaran bahkan trilyunan dolar untuk membantu negara-2 berkembang bangkit dari keterpurukan ekonomi melalui IMF dan lembaga-2 keuangan milik US. Kebangkitan perekonomian Malaysia bukan didasarkan pada pinjaman-2 dan kucuran-2 dana lembaga-2 keuangan tersebut, tapi berdasarkan pada keyakinan dan kemampuan bangsa pada saat itu, bahwa Malaysia akan bangkit tanpa bantuan dari pihak asing. Beliau sebagai mantan PM Malaysia jg menyayangkan sikap pemerintahan Malaysia saat ini yg memberikan peluang bagi konsultan-2 keuangan asing untuk masuk dalam pemerintahan, terutama yang berkebangsaan Israel. “kita harus percaya akan kemampuan bangsa kita, krn bangsa kita tak akan pernah maju dengan ketergantungan terhadap pihak asing”. Good quote Mr. Mahathir

Bagaimana dengan Indonesia…???

Categories: Sience & Technology
  1. teladan
    April 26, 2010 at 3:23 pm

    Saat ini, pemimpin indonesia tidak ada yg patut diteladani. Semunya hanya mementingkan diri pribadi. Sementara tingkat kepercayaan rakyat thd pemerintah yg berkuasa jg sudah mulai luntur. Mungkin kita hanya bisa menunggu keterpurukan negara ini, bila tidak ada perbaikan yg signifikan disemua sektor, baik teknologi, lingkungan, maupun finansial (ekonomi).

  2. mankuchai
    July 3, 2010 at 4:54 am

    Salam,

    Indonesia bisa bangkit,kerana kuasa rakyat,menentukan segalanya..jika rakyat Indonesia tahu mengunakan ruang tanah dan bilangan rakyatnya,saya pasti Indonesia bisa maju dan disegani oleh Masyarakat antarabangsa.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: