Home > Sosial & Politik > Bravo Tim Garuda

Bravo Tim Garuda

Euforia kemenangan tim sepakbola Indonesia terus berlanjut dengan mengalahkan tim Philipina 1-0. Banyak yang mengatakan bahwa satu-satunya gol yang tercipta berbau keberuntungan, karena kiper tangguh Philipina yang juga kiper ketiga klub Fulham, Inggris, Neil Etheridge melakukan blunder sehingga Gonzales mampu mencuri gol pada menit ke 32 dengan sundulannya. Meskipun bola sempat membentur mistar gawang, tapi arah bola masuk kedalam gawang. Beberapa pemain dan pencinta sepak bola Philipina mengatakan blunder tersebut terjadi karena suara penonton yang cukup mengganggu sehingga kordinasi antara kiper dan bek tidak sinkron. Tapi anggapan ini dibantah langsung oleh Neil, bahwa ini terjadi murni kesalahannya, ketika ia ingin menangkap bola, secara tidak sengaja kakinya tersandung.

Dalam sebuah pertandingan sepakbola, menurut pengamatan penulis ada 3 pilar yang membuat sebuah tim menang yakni skill individu, strategi, dan keberuntungan. Pertandingan sekelas perebutan piala antar negara seperti AFF, pemilihan pemain tentu didasarkan pada prestasi mereka bermain di kompetisi lokal, seperti di Liga Indonesia. Tentunya, skill masing-masing pemain dalam mengolah si kulit bundar tidak perlu diragukan, diatas rata-rata dari pemain yang tidak terpilih. Kedisiplinan dan loyalitas tentu saja menjadi faktor lain dalam seleksi pemain. Pemilihan pelatih pun demikian, asosiasi sepakbola disebuah negara akan memilih pelatih dengan jam terbang tinggi dan prestasi mereka sebelumnya, karena hal ini menyangkut pada profesionalitas yang akan berimbas pada strategi dilapangan. Tapi ada satu yang terpenting dari kedua pilar tersebut, yakni keberuntungan. Pemain dengan skill individu sekelas Messi dan pelatih sekaliber Guardiolla sekalipun, tanpa keberuntungan, sebuah tim belum tentu akan menang.

Tim sepakbola Indonesia semalam memperoleh keberuntungan, tentu saja. Tapi keberuntungan itu tidak lahir begitu saja. Gol tercipta bukan dengan sendirinya atau tanpa usaha dari pemain Indonesia. Aliran bola dari pemain belakang hingga umpan kapten tim, Firman Utina pada Gonzales dinilai sebuah upaya dan kerjasama yang baik untuk menciptakan gol. “ah…untung ada Gonzales, pemain hasil naturalisasi, kalau tidak ada dia belum tentu Indonesia menang” sebuah komentar sinis menanggapi kemenangan tim Indonesia. Hey, come on, sepakbola bukan pertandingan individu. Gonzales menciptakan gol pun hasil umpan lambung dari Firman, pemain lokal Indonesia lo. Kita tidak menafikan kehadiran pemain-pemain hasil naturalisasi membawa atmosfir menggairahkan bagi persepakbolaan Indonesia, tapi sepakbola adalah adalah kerjasama tim.

Selamat tim sepakbola Indonesia. Masih ada beberapa pertandingan sisa untuk meraih juara diajang piala AFF. Mudah-mudahan keberuntungan terus berpihak dan menyelimuti tim kebanggaan kami.
Semangat!!!

http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/17/bravo-tim-garuda/

Categories: Sosial & Politik
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: