Home > Otomotive > Bye Simoncelli

Bye Simoncelli

Dunia balap kembali kehilangan pembalap potensialnya di kelas motoGP, Marco Simoncelli setelah terjadi insiden tabrakan yang mengerikan antara Simon, Edward, dan Rossi di tikungan 11 circuit Sepang, Malaysia. Berawal tergelincirnya motor yang dikendarai Simoncelli, sehingga ia terjatuh dan masuk dalam race line Edward. Dalam kondisi motor yang melaju dengan kencang tentu saja Edward tak mampu mengendalikannya dengan optimal. Tabrakan tak terelakkan, Collin Edward menabrak dengan keras tubuh Simoncelli, dan yang paling fatal adalah melindas kepalanya. Kecelakaan ini juga melibatkan Rossi yang tepat berada dibelakang Edward hingga ia tergelincir keluar dari lintasan walaupun masih dapat mengendalikan kendaraannya.

Setelah beberapa saat mendapatkan perawatan medis, akhirnya jiwa Simoncelli tak dapat ditolong. Dia meninggal dalam kondisi yang mengenaskan dan usia yang terbilang cukup muda, 24 thn. Ucapan duka cita datang dari kerabat sesama pembalap. Pembalap yang sempat diperkirakan mampu menggantikan legenda hidup motoGP Valentino Rossi karena talenta dan keberaniannya dalam mengendarai motor.
Secara singkat, pembalap asal Italia ini mengawali kariernya di Italian Minimoto Championship ketika masih berusia 9 tahun atau tepatnya pada 1996-2000. Setelah penampilan menjanjikan di Honda Trophy pada 2001, Simoncelli kemudian menyabet titel 125cc Eropa pada 2002. Di tahun yang sama, Simoncelli merasakan balapan di ajang Grand Prix pada Kejuaraan Dunia kelas 125cc.

Selama tiga musim, 2002-2005, Simoncelli membalap di kelas 125cc bersama tim Aprilia. Selama membalap di kelas 125cc ini, Simoncelli tak pernah memenangkan titel. Pada 2006, Simoncelli naik ke kelas 250cc dan kali ini tergabung bersama tim Metis Gilera. Dia berada di peringkat 10 di klasemen balap pada tahun pertamanya di kelas 250cc.

Simoncelli mesti menunggu dua tahun untuk meraih kemenangan pertamanya di kelas 250cc saat memenangi GP Italia di Sirkuit Mugello. Di tahun ini pula, Simoncelli meraih gelar juara kelas 250cc bersama tim Metis Gilera pada 2008 dengan menyisihkan Alvaro Bautista dan Hector Barbera.

Berstatus juara kelas 250cc, setahun berselang atau pada 2010, ketika Simoncelli berusia 22 tahun dia akhirnya merasakan kelas MotoGP. Di musim pertamanya Simoncelli berada di peringkat 8. Selama berkarier di MotoGP, Simoncelli telah dua kali naik podium yakni pada MotoGP Rep.Ceska di Sirkuit Brno dan MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island.

Setelah minggu lalu merengkuh prestasi tertingginya di kelas motoGP dengan menempati podium 2 di circuit Philip Island, Australia, kini dia harus mengubur semua impiannya untuk menjuarai kelas motoGP pada musim2 mendatang. Kecelakaan pada balapan motor di circuit Sepang telah menguburkan semua impian2 pencinta motoGP. Tentu kami merasa kehilangan. Dalam twitter Valentino beberapa saat setelah kabar kematiannya diumumkan, “The next race won’t be the same without you, Simon”
Selamat jalan Simon, and rest in peace…
Categories: Otomotive Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: