Malu

Dalam sebuah hadist shahih riwayat Bukhari, Rosululloh SAW bersabda bahwa malu adalah sebagian dari iman.

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِى الْحَيَاءِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإِيمَانِ

Dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah SAW lewat di hadapan seorang Ansar yang sedang mencela saudaranya karena saudaranya pemalu. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Biarkan dia! Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.”

Tentu malu yang dimaksud adalah malu melakukan tindak kejahatan atau malu melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Sifat malu menurut Ibnu Qutaibah, “Dapat menghalangi seseorang untuk melakukan kemaksiatan sebagaimana iman.”

Tapi ada malu yang justru menghambat pengembangan bakat dan potensi pada seseorang bila tidak ditempatkan pada kondisi yang benar. Misalnya, malu belajar mengaji karena sudah tua, malu tampil kedepan karena perasaan grogi dilihat banyak orang, dsb. Jadi posisikan rasa malu pada tempat yang tepat. Jangan pernah malu untuk melakukan kebaikan, tapi malu lah bila melakukan kesalahan atau dosa.

 

Categories: Journal of life
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: